May
20

Modal Ketidakjujuran

“Wajib atas kalian untuk jujur, sebab jujur membawa kebaikan, dan kebaikan akan menunjukkan jalan ke surga, begitu pula seseorang senantiasa jujur dan memperhatikan kejujuran, sehingga akan termaktub di sisi Allah atas kejujurannya. Sebaliknya, jangan berdusta, sebab dusta akan mengarah kepada kejahatan, dan kejahatan akan membawa ke neraka, seseorang yang senantiasa berdusta, dan memperhatikan kedustaannya, sehingga tercatat di sisi Allah sebagai pendusta” (HR. Bukhari & Muslim).

Sesuatu yang wajib, tentunya berdosa bila tidak dilakukan. Dan jujur adalah wajib. Namun kalau jujur diakui, inilah yang banyak diabaikan dalam hidup ini. Tak terkecuali dalam mencari nafkah, seperti dalam melamar menjadi pegawai negeri.

Sebagaimana lazimnya, menjadi pegawai negeri di negeri kita ini adalah menjadi tempat menafkahi diri dan keluarga seumur hidup. Bahkan, sesudah mati pun, akan diberikan pensiunan untuk anak-anaknya. Ini maknanya bahwa hasil yang dinikmati dari modal ketidakjujuran bisa berlanjut hingga sesudah kematian.

Ini bukan masalah, bagi orang yang telah redup cahaya keimanan di hati. Lebih-lebih pada saat yang sama, banyak orang lain juga melakukannya. Jadi, rujukan perilakunya bukan pada Alquran, tetapi malah pada orang-orang yang tidak jujur.

Namun bagi orang-orang yang hatinya masih diterangi dengan cahaya keimanan, ini masalah besar. Ini masalah yang menghancurkan kehidupan. Pada perbuatan yang demikian terdapat pengkhianatan terhadap hukum Allah, aniaya terhadap orang yang lebih berhak, dan ketidakhalalan menikmati hasil dari perbuatan yang tidak jujur.

Perbedaan pandangan ini telah diingatkan oleh Rasulullah. Katanya, tanda orang tak beriman bisa dilihat dalam caranya memandang dosa. Dosa dipandang sebagai sesuatu yang kecil. Tak ubahnya seeekor lalat yang hinggap di hidungnya. Sedangkan orang beriman memandangnya seperti gunung yang akan jatuh menimpanya.

Sumber : http://aceh.tribunnews.com/2012/05/16/modal-ketidakjujuran

Permanent link to this article: http://www.istiqamah-arun.com/modal-ketidakjujuran/

May
20

Perilaku Berkesan

“Serulah (manusia) kepada jalan Rabbmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik” (QS. An-Nahl: 125).

Sejumlah petualang yang bergerak dari berbagai belahan bumi mencari Tuhan, seringkali berhenti langkah pertualangannya ketika melirik Islam.  Lirikan pada ajaran yang dibawa Rasulullah itu menggetarkan jiwa dan membuat jatuh cinta.  Yang menarik, cintanya kepada Islam bukan diilhami oleh keangkuhan orang-orang yang merasa diri sudah sangat berilmu tinggi, tetapi seringkali oleh perilaku-perilaku berkesan dari orang-orang biasa yang senantiasa merasa diri tiada berdaya kecuali kekuatan Allah.

Perilaku-perilaku yang berkesan itulah yang dengan sendirinya menjadi dakwah bil hal harian dari orang-orang yang merasa diri hamba-hamba biasa.  Hamba-hamba yang senantiasa menjunjung kejujuran di kala sempit, sejujur di kala lapang rezekinya.  Tenang di kala bahagia, setenang tatkala kesusahan mendera. Selalu ikhlas beribadah kepada Allah di kala sedih, seikhlas di kala bahagia.  Senantiasa berusaha memberi di saat tiada, seperti ikhlas di saat berada.  Bahkan, sangat takut memakai yang bukan pakaiannya, seperti pakaian kesombongan.   Perilaku-perilaku seperti ini yang menghasilkan ketentraman jiwa perilakunya, maupun orang-orang yang melihatnya.

Namun menyedihkan bila hari-hari sebahagian kita kerap dipenuhi perilaku-perilaku beringas, meskipun dengan saudara-saudara seiman.  Bahkan, perilaku-perilaku yang demikian pun kerap diatasnamakan Islam.  Padahal Islam mengutamakan kelemah-lembutan, bukan kekerasan.  Bila kekerasan yang lebih diutamakan, kesan apa yang tergambar dari kita orang-orang Islam?  Demikiankah seharusnya?

Sumber : http://aceh.tribunnews.com/2012/05/18/perilaku-berkesan

Permanent link to this article: http://www.istiqamah-arun.com/perilaku-berkesan/

May
20

Belajar Sepanjang Hayat

“Akan tiba suatu masa pada umat ketika orang membaca al-Qur’an namun hanya sebatas tenggorokannya” (HR. Muslim).

Melaksanakan apa yang diungkapkan melalui kata-kata, itulah yang tak banyak (mampu) diwujudkan setiap insan di dunia ini.  Termasuk di antaranya melaksanakan apa yang ditunjukkan dalam Alquran tentang bagaimana sepatutnya berbicara, berdiskusi, atau berdebat.  Meskipun berulangkali membaca ayat-ayat tentang ajakan untuk mengedepankan kebaikan dan penuh hikmah (QS. Al Nahl: 125), bacaan itu seringkali tak mewujud kecuali hanya sebatas tenggorokan.

Ketika berbicara, seringkali masing-masing ingin menang sendiri, ketimbang ingin menemukan kebenaran.  Tak jarang pula perbuatan yang seharusnya bertujuan mencari kebenaran, malah menyebabkan terjadinya hal-hal yang tidak dibenarkan (oleh Allah), seperti putusnya hubungan silaturrahim dengan sesame manusia atau bahkan seiman.  Bahkan, ada juga yang menyimpan rasa dendam atau kebencian wajah yang panjang.  Ini merupakan suatu bukti yang patut diakui sebagai adanya kelemahan besar dalam diri kita, terutama dalam menyikapi perbedaan (pendapat).

Padahal ketika terjadi perbedaan pendapat, disadari atau tidak, telah menyebabkan terjadinya penguatan ingatan.  Sebab, manusia paling mudah mengingat hal-hal yang sifatnya menegangkan, sesuatu yang diraih dengan susah payah, dan sejenisnya.  Perbedaan pendapat juga tak ubahnya seperti membagi dua ilmu, yang sama-sama mendapat dua.  Bahkan karena adanya perbedaan pendapat, masing-masing akan berusaha untuk memastikan kebenarannya dengan mengecek kembali pada sumber-sumbernya. Tentunya, ini suatu proses belajar yang baik dan berkelanjutan.  Rasulullah pernah mengajak untuk menuntut ilmu atau belajar sepanjang hayat, yaitu sejak dari ayunan hingga ke liang lahat.

Sumber : http://aceh.tribunnews.com/2012/05/19/belajar-sepanjang-hayat

Permanent link to this article: http://www.istiqamah-arun.com/belajar-sepanjang-hayat/

May
19

Mengejar Para “Bintang”

Ahad, Ahad” (Allah maha Esa) , ujar bilal bin rabah radiyallahu ‘anh mantap di kala punggunggnya dicambuk oleh ‘umayyah bin khalaf. Tujuan mereka menyiksa hanya satu: “agar orang–orang yang disiksa berlaku syirik!”, namun Bilal bin rabah tetap teguh beriman secara hati dan perkataan.

Tak ayal penyiksaan pun ditambah ,mereka menindih dada telanjang Bilal dengan batu besar yang panas, Bilal pun hanya berkata, “Ahad, Ahad…“ penyiksaan kembali ditambah,  Bilal tetap mengatakan, “Ahad, Ahad…” Pada akhirnya pertolongan Allah pun datang setelah penyiksaan yang di alami bilal berhari-berhari, Abu bakar radiyallahu ‘anhu membeli bilal bin rabah radiyallahu ‘anhu dari ‘umayyah bin khalaf. Read the rest of this entry »

Permanent link to this article: http://www.istiqamah-arun.com/mengejar-para-bintang/

May
19

Menjaga Diri dari Sifat Serakah

Pagi itu beberapa orang berkerumun di Balai Desa Qudaid, pinggir kota sebelah utara Makkah. Seorang laki-laki dengan tergesa-gesa menyampaikan satu pengumuman: “Barang siapa yang berhasil membawa Muhammad hidup atau mati ke Makkah, akan mendapatkan hadiah seratus ekor unta betina muda.”

Sayembara itu diadakan oleh para pembesar Quraisy setelah mereka putus asa tidak bisa menemukan Muhammad. Mereka telah mencarinya ke mana-mana, bahkan sampai ke bukit Tsur, sebelah selatan Makkah, namun mereka tak menemukannya.

Mendengar pengumuman itu, Suraqah bin Malik al-Madlaji, bertekad memenangkan hadiah itu. Segera dia menyusun strategi. Tak lama, datang seseorang ke balai desa menyatakan bahwa belum lama berselang dia bertemu dengan tiga orang di tengah jalan. Dia yakin itulah Muhammad, Abu Bakar, dan seorang penunjuk jalan. Read the rest of this entry »

Permanent link to this article: http://www.istiqamah-arun.com/menjaga-diri-dari-sifat-serakah/

May
19

Berhati Burung

Mencari rezeki merupakan keniscayaan bagi makhluk yang bernyawa. Allah SWT telah menyediakan bermacam sarana agar rezeki itu mudah didapatkan. Rezeki bahkan tidak hanya disediakan bagi orang yang beriman, tetapi juga untuk mereka yang tak beriman. Khusus bagi hamba yang beriman, Allah mengingatkan bahwa mencari bagian duniawi tidak boleh dilupakan, meskipun keukhrawian harus lebih diprioritaskan.

Dalam mencari rezeki, seorang Muslim tidak hanya dituntut untuk serius dalam bekerja, tetapi juga diajarkan untuk memiliki energi ketawakalan dalam semua aktivitasnya. Tawakal sering kali dipahami sebagai kepasrahan total kepada Allah, yang seolah menafikan usaha. Padahal, ketawakalan sejatinya merupakan sifat hati sebagai bagian keyakinan seorang mukmin bahwa rezekinya sudah ada yang mengatur. Read the rest of this entry »

Permanent link to this article: http://www.istiqamah-arun.com/berhati-burung/

May
19

Tujuh Indikator Kebahagiaan

Ibnu Abbas RA adalah salah seorang sahabat Rasulullah SAW yang dijuluki Turjumaanul Qur’an (ahli menerjemahkan Alquran). Dia sangat telaten menjaga dan melayani Rasulullah SAW. Dia pernah secara khusus didoakan Rasulullah SAW. Pada usia sembilan tahun Ibnu Abbas telah hafal Alquran dan telah menjadi imam di masjid.

Sejak kecil Ibnu Abbas sudah menunjukkan kecerdasan dan semangatnya menuntut ilmu. Beragam gelar diperolehnya. Seperti faqih al-ashr (ahli fikih di masanya), imam al-mufassirin (penghulu ahli tafsir), dan al-bahr (lautan ilmu).

Suatu hari, ia ditanya seorang tabiin (generasi sesudah para sahabat) mengenai kebahagiaan dunia. Ibnu Abbas menjawab ada tujuh indikator kebahagiaan dunia. Pertama, hati yang selalu bersyukur. Selalu menerima apa yang diberikan Allah SWT dengan ikhlas. “Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman.” (QS al-Mu’minun [23]: 1). Read the rest of this entry »

Permanent link to this article: http://www.istiqamah-arun.com/tujuh-indikator-kebahagiaan/

May
18

Inilah 4 Alasan Hari Jumat Begitu Penting Bagi Seorang Muslim

Hari Jumat mempunyai kedudukan tersendiri di dalam Islam, baik dari sisi keutamaan, sejarahnya dan juga disyariatkan amal-amalan sunnah yang berlipat ganda pahalanya. Karenanya, sangat wajar jika kita menyambutnya sepenuh hati dan suka cita, bahkan Rasulullah SAW juga menyebutnya sebagai hari raya. Jumat memang hari raya pekanan, yang kadang sering terlupakan. Anda bisa mengkaji lebih jauh seputar fenomena hari raya Jumat dalam postingan saya terdahulu : Jumat Hari Raya Pekanan Kita. Foto Muslim Amerika shalat Jumat di Capitol Hill, Bila saja umat muslim di Amerika dimana mereka menjadi minoritas semangat menjalankan shalat Jumat berjamaah, bagaimana dengan kita disini? Agar kita bertambah semangat dalam menyambut hari Jumat, dan mengisinya dengan sekian amal unggulan, maka perlu kita sedikit melihat apa sesungguhnya keistimewaan hari Jumat.
Berikut alasan kita bergembira di hari Jumat, sesuai dengan pengabaran hadits dan riwayat shahih diantaranya sebagai berikut : Read the rest of this entry »

Permanent link to this article: http://www.istiqamah-arun.com/inilah-4-alasan-hari-jumat-begitu-penting-bagi-seorang-muslim/

May
18

Memaknai Takdir dalam Kecelakaan Pesawat Sukhoi

Selama sepekan, publik Indonesia dikejutkan pemberitaan jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak, Bogor. Sekitar 45 orang dipastikan meninggal dunia dalam kecelakaan pesawat buatan pabrikan Rusia itu.

Kesedihan semakin mendalam tatkala hingga pekan ini, proses evakuasi dan identifikasi korban meninggal yang dilakukan Tim SAR belum selesai. Media baik cetak dan elektronik terus mengulang-ulang proses evakuasi dan identifikasi jenazah korban. Tentu saja, kondisi ini membuat keluarga korban semakin dirundung kesedihan. Simpati pun berjatuhan dari masyarakat Indonesia.
Read the rest of this entry »

Permanent link to this article: http://www.istiqamah-arun.com/memaknai-takdir-dalam-kecelakaan-pesawat-sukhoi/

May
18

Keistimewaan Hari Jumat

keistimewaan hari jumat bagi yang menuruti ajaran islam sangat besar, “apabila kamu di seru untuk solat jumat maka tinggal kanlah jual beli, setelah selesai solat jumat bertebaranlah kamu di muka bumi dan inggatlah ALLAH sebanyak mungkin supaya kamu beruntung” mengingat ALLAH dengan berzikir sangat besar keutamaan Nya termasuk zikir setelah selesai sholat jumat, manusia memang sangat ingin punya kecukupan sehingga banyak yang berfikir waktu adalah uang, bahkan ada yang hanya untuk senang di akhirat mesti senang dulu di dunia, dan berpendapat bagaimana bisa khusuk dalam ibadah kalau mikirin utang, sebenarnya mereka yang berfikir demikian karna mereka tidak mengenal tuhan, mereka tidak tau kalau doa orang yang teraniaya itu mustajab, mereka tidak tau kalau alam semesta ini ada yang mengatur, sehingga mereka sibuk mencari rezki, padahal kalau mereka menyadari dari pada mencari rezki lebih baik di cari rezki, tetapi bagai mana supaya rezki mencari kita, jawab nya tentu rezki itu mesti di undang, cara mengundang nya salah satunya berzikir mengingat yang memberi rezki pada hari jumat setelah selesai sholat jumat, inilah keistimewaan hari jumaat untuk orang yang dekat dengan ALLAH dan untuk mendekatkan diri kepada ALLAH bertasbihlah setelah selelesai sholat subuh hingga terbit matahari setelah selesai sholat asyar hingga terbenam matahari, mudah mudahan jika di laksanakan dengan khusuk dan bersungguh-sungguh akan terkabul apa yang di hajatkan. Read the rest of this entry »

Permanent link to this article: http://www.istiqamah-arun.com/keistimewaan-hari-jumat/

Older posts «


Hit Counter provided by Seo Packages