«

»

Mar
26

Belum Shalat

“Betapa banyak orang yang mengerjakan shalat, namun tidak akan memperoleh sesuatu selain kelelahan dan keletihan” (HR. Nasai dan Ibnu Majah).

Suatu perbuatan yang sudah biasa dilakukan, lazimnya boleh dilakukan dengan cepat. Namun tidak demikian dengan shalat. Meskipun sudah terbiasa, shalat tetap harus dilaksanakan dengan kusyuk, tenang dan tertib. Sebagaimana seseorang yang baru saja menunaikan ibadah shalat, tetapi ditegur oleh Nabi Muhammad SAW dan dianggapnya belum (melaksanakan) shalat.

Rasulullah menyuruhnya mengulangi shalatnya. Ia pun melakukannya, namun tetap dilaksanakannya dengan sangat cepat sebagaimana kebiasaannya. Disuruh ulangi lagi, demikian juga prosesnya. Demikianlah selanjutnya, hingga ia menyerah tak mampu melakukannya dengan baik. Akhirnya Rasulullah memberikan tuntunan, “Jika kamu berdiri shalat, maka bertakbirlah. Kemudian bacalah al Fatihah dan surat dalam Alquran yang kamu anggap mudah. Lalu rukuklah dengan tenang, lalu bangunlah hingga kamu tegak. Setelah itu, sujudlah dengan tenang, kemudian bangunlah hingga kamu duduk dengan tenang. Lakukanlah seperti itu pada setiap shalatmu” (HR. Bukhari).

Kisah tersebut menunjukkan betapa penting shalat dibiasakan dilaksanakan dengan tenang. Melakukan secara tergopoh-gopoh akan (berpeluang) menjadi kebiasaan yang akan sulit dirubah. Apalagi anggota tubuh lebih mudah mengikuti apa yang sudah biasa dilakukan. Dan kebiasaan melakukannya secara tergopoh-gopoh, bisa menjadi ibadah yang sia-sia belaka. Sama artinya dengan belum shalat. Bukan hanya itu, Allah tidak akan menerima ibadah shalat yang tidak dilakukan dengan baik, sebagaimana yang dituntun oleh Rasulullah.

Sumber : http://aceh.tribunnews.com

Permanent link to this article: http://www.istiqamah-arun.com/belum-shalat/

Leave a Reply

Your email address will not be published.


Hit Counter provided by Seo Packages